Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Selasa sore, seiring respons positif pelaku pasar terhadap langkah transparansi otoritas pasar modal Indonesia terkait isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG melesat 199,87 poin atau 2,52 persen ke level 8.122,60. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut naik 17,48 poin atau 2,17 persen ke posisi 823,72.
“Technical rebound karena udah oversold, dan faktor transparansi dari regulator terkait isu MSCI,” ujar Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Wafi memprediksi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini cenderung konsolidasi dengan peluang menguat. Sementara itu, investor asing masih memilih bersikap wait and see sambil menunggu pengumuman lanjutan dari MSCI.
“Sementara domestik banyak yang bargain hunting karena sebentar lagi musim laporan keuangan full year 2025,” ujar Wafi.
Dari sisi komoditas, harga emas dan perak tercatat rebound pada perdagangan Selasa (3/2) setelah sempat tertekan aksi jual besar selama dua hari berturut-turut. Menurut Wafi, koreksi tajam pada emas dan perak lebih disebabkan oleh penyesuaian posisi, bukan sinyal penurunan jangka panjang.
Dari Eropa, pelaku pasar juga memantau data inflasi Januari 2026 yang diperkirakan melambat ke 1,8 persen (yoy) dari sebelumnya 1,9 persen (yoy) pada Desember 2025. Sementara dari Amerika Serikat, indeks ISM Service PMI Januari 2026 diprediksi relatif stabil di level 54,3 dari 54,4 pada Desember 2025.
Secara pergerakan harian, IHSG sempat dibuka melemah, lalu berbalik menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG tetap nyaman di area positif sampai perdagangan ditutup.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor kompak menguat. Kenaikan tertinggi dipimpin sektor barang baku yang melonjak 6,52 persen. Disusul sektor properti naik 5,02 persen serta sektor transportasi dan logistik yang menguat 4,97 persen.
Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain HUMI, LEAD, GTSI, BUMI, dan OASA. Sementara itu, saham yang mengalami penurunan paling dalam di antaranya NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.
Dari sisi aktivitas transaksi, frekuensi perdagangan tercatat 3.273.812 kali dengan volume 61,09 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp29,35 triliun. Tercatat sebanyak 654 saham menguat, 108 saham melemah, dan 56 saham stagnan.
Bursa saham regional Asia juga kompak menguat pada sore ini. Indeks Nikkei melonjak 2.065,50 poin atau 3,92 persen ke 54.720,69. Indeks Shanghai naik 51,98 poin atau 1,29 persen ke 4.067,73, indeks Hang Seng menguat 59,19 poin atau 0,22 persen ke 26.834,76, dan indeks Strait Times naik 51,81 poin atau 1,06 persen ke 4.944,08.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026